Thursday, July 10, 2014

Gaza Under Attack dan Kami Tak Berdaya


Saudaraku Seiman di Tanah Palestina,
Kami mohon maaf,
Disaat tempat tinggal kalian dibombardir musuh Allah,
Kami tak berdaya...

Saudaraku Seiman,
Kami mohon maaf,
Disaat banyak jiwa yang gugur syahid dan banyak yang terluka disana,
Kami tak berdaya,
Kami hanya membaca berita dan membuat status di sosial media
 
Saudaraku Seiman,
Kami mohon maaf,
Disaat anak-anak tak berdosa disana banyak yang terluka, menangis dan menderita,
Kami sungguh tak berdaya...


Saudaraku Seiman,
Kami mohon maaf,
Disaat anak-anak dan ibu-ibu disana hidup dalam ketakutan dan penderitaan,
Kami tak berdaya,
Disini kami hidup dengan tenang, tidur dengan nyenyak dan aman,

Saudaraku Seiman,
Kami mohon maaf,
Disaat disana kesulitan obat-obatan, air bersih, makanan dan minuman,
Kami tak berdaya,
Disini kami malah sibuk dengan makanan buka puasa,

Saudaraku Seiman,
Kami mohon maaf,
Disaat disana sedang serba kekurangan,
Kami tak berdaya,
Disini kami berlebihan,

Saudaraku Seiman,
Kami mohon maaf,
Disaat kondisi peperangan yang ricuh, menakutkan,
Disana kalian mendidik putra-putri kalian untuk menjadi hafidz,
Alquran kalian tanamkan dalam hati kalian setiap saat,
Kami disini, dengan segala ketentraman dan kenyamanan untuk belajar, juzz 30 pun tidak kami hafal..

Saudaraku Seiman,
Kami mohon maaf,
Disaat kalian mengatakan bahwa 'Kami tidak akan pergi dari tanah Palestina, kami mewakili seluruh umat Islam untuk menjaga Masjidil Aqsha'
Sungguh saudaraku...
Kami tak berdaya...
Banyak dari kami tidak tahu..
Betapa kecil ilmu kami ini, betapa dangkalnya pemahaman agama kami ini,
Betapa kami tidak mengenal sejarah dengan mendalam,
Ilmu agama kami disini hanya kami dapatkan dari sekolah,
Kalaupun kami menuntut ilmu agama adalah pada saat kami telah menjadi ibu-ibu, sekedar pengajian, sekedar tadarusan..

Saudaraku Seiman,
Kami mohon maaf,
Disaat kalian sedang berjihad,
Kami tak berdaya,
Malah kami picik sekali,
Dalam doa yang jarang kami panjatkan, kami memohon kami disatukan dengan kalian para mujahid,
Astaghfirullah..

Ya Allah, Ya Rabb..
Kami mohon ampun..
mohon ampun...
Lindungilah mereka, saudara kami di Palestina,
Lindungilah anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak, semuanya,
Lindungilah rumah-rumah mereka, mesjid mereka, sekolah mereka, rumah sakit mereka,
Teguhkanlah iman mereka, turunkanlah ketenangan ke dalam hati mereka,
Karuniailah mereka kekuatan dan kesabaran,
Limpahkanlah kepada mereka rezeki yang luas,
Berikanlah kemenangan untuk mereka Ya Allah,
Satukanlah barisan mereka,
Muliakanlah mereka, muliakanlah Islam,
Bila ada yang gugur Ya Allah, tentunya dengan seizinMu mereka adalah mujahid yang syahid,
Bila ada yang terluka Ya Allah, jadikanlah menjadi kifarat, berikanlah mereka pahala di dunia dan di Surga,
Bila ada lagi penyerangan Ya Allah, turunkanlah bala tentaraMu disana sebagaimana Engkau menurunkan bala tentara malaikatMu pada Perang Badar,
Rapatkanlah barisan mereka Ya Allah,
Hancurkanlah pasukan Yahudi dan Israel, cerai beraikanlah mereka,
Ya Allah, semoga peperangan ini berakhir, turunkanlah kedamaian di Tanah Palestina,

Ya Allah, Ya Rabb..
Lindungilah saudara kami disana, disaat kami tak berdaya disini,
Lindungilah saudara kami Ya Allah.. Lindungilah...


12 Ramadhan 1435







 


Monday, June 24, 2013

TAWAKAL

Kita tak dirancang untuk menyelesaikan masalah sendiri
Tapi setiap masalah, keinginan dan yang ditakuti harus jadi jalan untuk mendekat kepada Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segalanya

Kita ini hamba, lemah bila tak dikuatkan-Nya
Bodoh kecuali diberi sepercik ilmu-Nya
Miskin kecuali dititipi sedikit dan sebentar oleh-Nya
Bingung kecuali ditunjuki-Nya

Maka jangan terlalu lama dan dalam bila berpikir, segeralah "bungkus" dan serahkan kepada-Nya

Niscaya akan dibimbing suasana hati, ide dan gagasan, dituntun harus apa dan kemana.. semua pertolongan hanyalah milik-Nya

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka baginya jalan keluar dan didatangkan rizki/pertolongan dari arah yang tidak disangka sangka" ( Qs ath thalaq 2) 

(Aa Gym)

Dan apabila dia datang berjalan...


Thursday, June 13, 2013

Mengagumi CiptaanNya

Kita tidak bisa menyelami bagaimana kebesaran Dzat Allah Azza wa Jalla, keberadaanNya tidak dapat dipikirkan oleh akal kita yang lemah dan kerdil ini. Untuk mengenali kebesaran DzatNya kita dapat melihat ciptaanNya. Melihatnya, mendengarnya, merenungkannya, semoga kita termasuk ke dalam kaum yang berpikir(1).

Mengagumi segala ciptaan Allah Ta'ala akan mempertebal keimanan, sejenak kita akan menyadari bahwa kita sangat kecil, tak berarti apa-apa, bahwa ada Yang Maha Besar yang Menciptakan dan Mengatur segalanya dengan sangat sempurna. Rutinitas sehari-hari kadang melupakan kesadaran seperti ini. Untuk mereka para mukmin sejati, yang sebenar-benarnya berada dalam keimanan, seperti para Sahabat Radiallahu anhum pasti berbeda, setiap langkah mereka adalah syukur dan sabar. Sedangkan kita di akhir zaman ini, selalu lebih condong ke arah kelalaian, kemaksiatan dan kufur terhadap segala nikmat sehingga Kebesaran Allah Ta'ala di depan mata pun hanya kita anggap hal yang biasa. Astaghfirullah ...


Salah satu cara untuk mengembalikan keimanan dan ketaatan -selain memperbanyak ibadah dan amal sholeh- adalah mengagumi ciptaanNya. Pengalaman untuk mengagumi ciptaanNya ini yang kemudian akan memunculkan kesadaran, rasa syukur yang teramat dalam dan dzikir yang tak habis-habis.

Apakah yang kita rasakan dan kita ucapkan dalam hati saat benar-benar berada di tempat seperti foto-foto dibawah ini?

Moraine Lake_Banff National Park_Canada
Arabian Dessert
Arctic
Tropical Forest_Australia
Lake Königssee_Berchtesgaden National Park_Germany
Keukenhof_Netherlands
Aurora Borealis

Bagaimana rasanya bila kita berada ditempat-tempat diatas? Melihat, mendengar, mencium dan merasakan segala keindahan Allah Ta'ala tersebut dalam keheningan? Hanya ada syukur yang tak habis-habis, hanya ada dzikir yang tanpa henti. Kesadaran yang benar-benar sadar bahwa semuanya adalah ciptaan Allah yang Maha Khalik. Bahwa Allah adalah Pencipta dan kita adalah MahlukNya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم‎ mengabarkan kepada kita bahwa dunia itu sungguh hijau dan manis(2), penuh dengan segala kelezatan dan keindahan beraneka warna, sebagai nikmat dan ujian bagi kita semua(3). Semoga kita selalu mendapatkan setiap detik kesempatan untuk mengagumi dan memikirkan seluruh ciptaanNya dimana dan kapan pun kita berada. Tidak dibatasi oleh label perjalanan pariwisata atau yang semacamnya, semoga kita diberikan hidayah taufik sehingga kita selalu bersyukur dan berdzikir saat melihat dan mendengar apapun, hal besar maupun hal kecil.

Dan, Surga jauh-jauh lebih indah dari dunia yang hijau dan lezat ini...




 (1) QS: Al-Baqarah: 164
 (2) Sesungguhnya dunia itu adalah manis rasanya dan hijau (enak dipandang mata). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’aala menjadikan kamu khalifah di dalamnya, maka Allah Ta’ala memandang kepada amal kamu. Bertaqwalah kamu terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah dalam urusan wanita” (HR. Muslim)
 (3) QS: Al-Kahfi:7




 

Wednesday, June 12, 2013

Anak adalah Amanah

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS: Alfurqon 74)


Anak. Anak adalah anugerah terindah, anak adalah amanah dari Allah Azza wa Jalla. Setiap dari kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Sebagai orang tua kita wajib mensyukuri kehadiran mereka dengan cara merawatnya, memeliharanya dan mendidiknya dengan benar, menuntun mereka menuju Surga. 

Allah Azza wa Jalla mengeluarkan anak pertama kali sebagai bayi yang lemah, yang tidak mampu berbuat apa-apa, yang lucu, yang lembut, yang telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah dengan sebagus-bagus bentuk, namun kenapa banyak yang menyia-nyiakannya?
Astaghfirullah...

Allah Azza wa Jalla menciptakan dan memelihara mahluk-mahlukNya, memberikan penjagaan kepada setiap yang bernyawa, namun kenapa manusia dewasa ada orang tua  yang malah menyia-nyiakan mahluk yang Allah Azza wa Jalla sudah titipkan ini? Astaghfirullah ...

Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami berlindung kepadaMu dari kejahatan nafsu kami, dari keburukan amalan dan hati kami, jadikanlah kami sebagai orang tua yang amanah, yang dapat merawat, membesarkan, mendidik anak kami yang sesuai dengan tuntunanMu. Wahai Dzat yang Maha Pelindung, lindungilah bayi-bayi dan anak-anak diseluruh dunia ini, curahkanlah Kasih Sayang dan PerlindunganMu melalui orang tua dan keluarga mereka, jadikanlah mereka tumbuh berkembang dengan baik, yang kelak mendapatkan hidayah dan taufik serta takdir yang baik. Jadikanlah mereka selalu ada dalam keselamatan, kesehatan dan peliharalah jiwa-jiwa mereka ya Allah, sebagaimana Engkau memelihara jiwa-jiwa orang yang sholeh. Sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Memelihara dan Melindungi. Aamiin..


*This writing is a tribute to beautiful lovely newborn baby boy lodged in the sewage pipe in Jinhua, Zhejiang province, China, May 28, 2013. Semoga Allah Azza wa Jalla selalu melindungi bayi tersebut, Aamiin..
 




Tuesday, May 28, 2013

Kita Harus Meneladani Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam, bukan meneladani Artis




Assalamu alaikum wa rahmatullah,

Manusia itu hidup dengan meniru, dari kecil hingga tua, proses meniru yang terus-menerus dan berkesinambungan. Kita meniru orang berbicara, menulis, makan, minum, berjalan, menulis status, dan memakai kerudung bahkan..

Bagi mereka yang menjadikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam sebagai teladan adalah orang-orang yang beruntung, yang sudah memiliki pemahaman, yang diberikan hidayah taufik oleh Allah Ta'ala. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang tidak mengenal dan meneladani Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam?

Adakalanya memang orang-orang tertentu memiliki teladan lokal, anak misalnya mereka meneladani orang tuanya. Bagi para remaja meneladani orang tua, guru, saudara, teman-temannya dan biasanya artis-artis berikut girlband dan boyband. Bagi anak kecil hal ini diwajarkan saya kira, karena usia mereka memang masih kecil, kita sebagai orang tua harus mengenalkan sosok Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam kepada mereka dan lewat kita sendiri yang meneladani beliau. Untuk para remaja juga wajar karena mereka berada dalam masa puber, mereka harus kita kembalikan ke track yang benar, tentunya tak lepas dari bimbingan orang tua dan guru berdasarkan pada agama yang baik.

Bagaimana dengan kita sebagai orang dewasa yang sudah bisa berpikir dan sudah seharusnya mengetahui agama? I was observed -mungkin saya sendiri juga begini- adakalanya orang-orang tertentu mengambil suatu tindakan atau melakukan sesuatu itu dengan melihat apa yang dilakukan oleh para tokoh publik mereka, lokal maupun internasional. Artis. Sumber rujukan yang mengenalkan kehidupan yang modern. Tivi* terlalu banyak menampilkan berita infotainment, sarat berita yang sia-sia, yang sayangnya bagi sebagian orang, adalah panduan mereka ber-laku-lampah. Bagaimana artis berpakaian, ulang taun, hajatan, sahur dan puasa, pacaran, nyanyi**, menikah, menyekolahkan anak bahkan berseteru dan berteriak-teriak, mungkin akan menjadi suatu hal yang akan digugu dan ditiru. Tidak masalah bila hal-hal yang dilakukan oleh artis ini sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam, bila si artis memahami ini ya syukur. Namun, bila sangat jauh dari tuntunan agama? Ini berbahaya sekali***.

Allah Ta'ala telah berfirman bahwa sebaik-baik suri tauladan itu adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ

وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
(QS: Al-Ahzab 21).


Jadikanlah Rasul sebagai sebaik-baik teladan dalam hidup kita.
Bagaimanakah kita dapat meneladani beliau? Pertama kita harus mengenalinya tentu. Kita harus mengetahui dan memiliki ilmu tentang beliau Shallallahu’alaihi Wasalam ini. Di Alquran terdapat banyak ayat-ayat yang menjelaskan betapa agungnya ahlak beliau Shallallahu’alaihi Wasalam. Selain menggali informasi dari Alquran tentu kita mempelajari hadits-hadits beliau. Telah banyak kitab-kitab hadits yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang menurut saya sangat berharga sehingga patut untuk dimiliki (versi ebook pun banyak). Untuk mengenali beliau secara lengkap mulai dari kelahiran beliau hingga wafat kita dapat membaca buku sirah-sirah nabawiyah. Telah banyak juga buku-buku Sirah Nabawiyah yang dijual, kita bisa membelinya untuk keluarga. Namun mengetahui dan membacanya pun belum cukup, kita harus meneladaninya, dengan sebenar-benarnya dan semampu kita. Semoga Allah Ta'ala memberikan kita kekuatan dan petunjukNya.

Bisakah kita meneladaninya? Insya Allah, dengan petunjuk dan kehendakNya.
Wallahu a'lam.



p.s
*kenapa lebih suka menonton televisi alih-alih baca buku hadits?
**kenapa ada tayangan musik sampai jam 2 malam dan masih ada yang menonton artis-artis itu menyanyi?
***Mari kita jauhkan anak kita dari yang demikian

Wednesday, March 6, 2013

Selektif Menerima dan Menyebarkan Informasi

 
 بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Internet sudah tak bisa lepas dari kehidupan kita, duapuluhempat jam selalu online. Hal ini mengakibatkan seakan-akan kita dihujani informasi terus menerus tanpa henti. Segala jenis berita ada, yang baik, buruk, yang asli dan palsu. Berasal dari situs berita resmi sampai status di jejaring sosial. Untuk para pengguna jejaring sosial, menyebarkan informasi lewat status seakan-akan bukan menyebarkan berita (khususnya sharing situs atau page tertentu). Padahal segala jenis cerita atau keterangan mengenai suatu kejadian atau peristiwa adalah suatu berita. Bila informasi atau berita itu akurat dan bisa dipertanggungjawabkan tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah bila berita yang disebarkan adalah palsu, dusta dan merugikan. Apalagi bila berita itu disertai dengan gambar palsu yang direkayasa untuk menakuti-nakuti umat. Na'udzubillahi min dzalik.

Panduan untuk umat Islam mengenai warta-berita ini sudah ada jauh-jauh hari sebelum internet lahir, 1400 tahun yang lalu, wahyu dari Allah Azza Wa Jalla termaktub pada surat Al-Hujurat ayat 6.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٍ۬ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَـٰلَةٍ۬ 
فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَـٰدِمِ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
(QS Al-Hujurat:6)


Kisah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini:
Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam mengutus Al Walid bin Uqbah bin Abi Muith untuk mengumpulkan zakat ke kampung Bani Mustholiq. Ketika akan sampai, Al Walid mendengar kabar bahwa penduduk Bani Mustholiq menolak membayar zakat dan berencana membunuh Al Walid. Maka dia segera melapor pada Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam, lalu Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mengirim utusan ke Bani Mustholiq. Ternyata tidak benar maka turunlah ayat ini. (Islamedia)

Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kita untuk mengkonfirmasi, mengklarifikasi suatu berita. Sehingga tidak akan salah tindak lanjut dari berita yang tersebar. Berita yang perlu dikonfirmasikan adalah berita penting, yang berpengaruh besar terhadap nasib seseorang, yang dibawa oleh orang fasik (muslimdaily). Tentang arti fasik, para ulama menjelaskan mereka adalah orang yang berbuat dosa besar, dan berdusta adalah salah satu dosa besar.  Berdusta termasuk dosa besar dapat dibaca pada Shahih Muslim nomor hadits 126.

Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menyebarkan dan menerima berita. Bila situs tertentu memuat berita yang tidak shahih lebih baik jangan dibaca (lagi-lagi dengan merekayasa gambar yang  terlihat pedih dah kejam).  Atau bila terpaksa -terbaca- dan dengan alasan tertentu kita merasa orang lain perlu mengetahuinya maka wajib bagi kita mengklarifikasi terlebih dahulu. Bila kita tidak dapat menelusuri berita tersebut sikap yang terbaik adalah diam, tidak menyebarkannya lebih lanjut, baik itu online maupun offline.


Wallahu ta‘ala a‘lam bishawab.

  

Friday, February 22, 2013

Quraisy Kebingungan dan Selayaknya Mereka Bingung

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Seperti telah kita ketahui awal perkembangan Islam terjadi di kota Makkah. Selama tiga tahun pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebarkan Islam hanya kepada kalangan terdekatnya. Mulanya dakwah Islam yang secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun ini sudah diketahui kaum Quraisy namun mereka tidak ambil peduli. Karena mereka mengira Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah orang yang peduli pada agama, yang suka berbicara tentang masalah ketuhanan dan hak-hakNya seperti yang biasa dilakukan oleh kaum mereka yang 'alim'. 

Setelah turun wahyu dari Allah Azza wa Jalla bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam harus menyebarkan dakwah dengan terang-terangan, barulah pihak Quraisy tersadar. Mulanya adalah Abu Lahab yang mengatakan bahwa apa yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini adalah benar-benar kabar buruk.  Seruan beliau terhadap Islam di seantero Makkah mengakibatkan kota tersebut bergejolak penuh dengan kemarahan. Mereka seakan-akan mendengar kilat menggelegar di hari yang panas. Tradisi dan kebiasaan mereka menyembah berhala dianggap hina. Keimanan yang diserukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah keimanan kepada Allah Azza wa Jalla yang Satu, meninggalkan semua sesembahan selain Allah Azza wa Jalla , iman kepada risalah yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Hari Akhirat. Tidak ada pilihan lain untuk mereka selain ketundukan dan kepasrahan total. Dengan kata lain, keimanan itu akan melumatkan kepemimpinan dan keunggulan mereka diatas semua bangsa Arab. Mereka bangkit untuk menghadang revolusi yang datang secara mendadak ini. Tapi, apa yang bisa mereka lakukan untuk menghadang semua ini sedangkan yang membawa hal baru ini adalah orang yang sangat terpercaya diantara mereka, yang memiliki akhlak yang mulia? Yang telah mereka kenal selama empat puluh tahun dan tak pernah sekalipun melihat si Pembawa Risalah ini melakukan sesuatu pun yang menyimpang melainkan selalu berlaku lembut dan berahlak mulia?
 
Akhirnya, mereka menemui paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib. 

Mereka meminta Abu Thalib untuk menghentikan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kerjakan. Ibnu Ishaq menuturkan bahwa para pemuka Quraisy mengatakan kepada Abu Thalib bahwa, "wahai Abu Thalib, sesungguhanya anak saudaramu telah mencaci maki sesembahan kami, mencela agama kami, membodohkan harapan-harapan kami dan menyesatkan nenek moyang kami. Engkau boleh mencegahnya agar tidak mengganggu kami, atau biarkan antara dia dan kami, toh engkau juga seperti kami, marilah menentangnya sehingga kita bisa mencegahnya". Namun, dengan kuasa Allah Azza wa Jalla dengan lembut Abu Thalib menolaknya dengan halus, maka mereka pun pulang dengan tangan hampa. 

Karena dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap berlangsung dan seakan-akan tidak akan berhenti, maka mereka pun melakukan tindakan, langsung terjun ke lapangan. Beberapa cara-cara Quraisy menghadang dakwah Rasul adalah dengan

  • Mengejek, menghina, menertawakan dan mengolok-ngolok. Tujuannya adalah untuk menurunkan mental dan melecehkan orang-orang muslim. Ejekan mereka sekenanya, mereka menyebut beliau orang sinting dan gila.      
  وَقَالُواْ يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ إِنَّكَ لَمَجۡنُون
    "Mereka berkata, 'Hai orang yang diturunkan Alquran kepadanya, sesesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila" (AlHijr:6) 
    Masih  banyak termaktub firman-firman Allah Swt mengenai hinaan-hinaan mereka ini diantaranya di dalam surat Shad:4, Al-Qalam:51, Al-An'am:53.
  • Menjelek-jelekan Islam, membangkitkan keragu-raguan.
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَـٰذَآ إِلَّآ إِفۡكٌ ٱفۡتَرَٮٰهُ وَأَعَانَهُ ۥ عَلَيۡهِ قَوۡمٌ ءَاخَرُونَ‌ۖ فَقَدۡ جَآءُو ظُلۡمً۬ا وَزُورً۬ا (٤) وَقَالُوٓاْ أَسَـٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٱڪۡتَتَبَهَا فَهِىَ تُمۡلَىٰ عَلَيۡهِ بُڪۡرَةً۬ وَأَصِيلاً۬ (٥)
"Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. (4) Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang." (AlFurqan:4-5)
  • Melawan AlQuran dengan dongeng orang-orang dahulu
  وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشۡتَرِى لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ۬ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ عَذَابٌ۬ مُّهِينٌ۬
"Dan di antara manusia [ada] orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan [manusia] dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan."(Luqman:6)
  • Menyodorkan beberapa tawaran untuk mempertemukan Islam dan Jahiliyah di tengah jalan
وَدُّواْ لَوۡ تُدۡهِنُ فَيُدۡهِنُونَ 
"Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak [pula kepadamu]."(Al-Qalam:9)

Orang-orang Quraisy tak henti-hentinya menghalangi berbagai cara untuk menumpas dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Paparan diatas adalah reaksi-reaksi di masa-masa awal dakwah secara terang-terangan. Masih banyak tekanan dan serangan yang dilancarkan oleh kaum Quraisy, mulai dari yang halus, kasar dan terang-terangan sampai mengakibatkan pertumpahan darah. Tetapi Allah Azza wa Jalla bersama dengan RasulNya, dakwahnya dijaga, dibimbing langsung oleh Allah Azza wa Jalla hingga Islam beroleh kemenangan.  

Wallahu ta‘ala a‘lam bishawab.

Sumber: 
Syaikh Shafiyyurarrhaman Al-Mubarakfuri. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2008.

Monday, October 29, 2012

Marah



Marah dengan mengucapkan kata-kata kasar dan menyakitkan itu seperti melempar batu-batu kerikil ke dalam sumur.  Setelah selesai dilempari, air sumur itu bisa tenang, tetapi batu-batunya tetap tenggelam disana. 
 (beautiful quote from my best friend)

Thursday, October 4, 2012

Pengemis, Iklan dan Gaya Hidup

Wuiss, gaya bener judulnya, Pengemis, Iklan dan Gaya Hidup, beraaadd (makanya pake d instead of t), ga juga sih, cuma pengen aja disambung-sambungin biar keren..

Jadi begini, kita nih sejenis ibu-ibu yang udah punya anak, pasti terharu-biru teriris-miris bila melihat pengemis bawa-bawa anak, apalagi bayi. Sediiiiiih banget, kok ya tega ya? nyesek dada ini melihatnya. Yakin, semua ibu-ibu pasti merasa begitu. Nah, sering saya kalo dijalan mikir, mereka itu ya darimana asalnya, tidurnya dimana, makannya gimana, trus anaknya apa ga sakit tuh kepanasan kaya gtu, dan macem-macem banyak pertanyaannya. Kalau lagi melow super duper melow kadang saya bisa rimbay ngeliat mereka, dan akhirnya hanya bisa berdoa.

Dan.. sebenarnya pengemis itu kenapa sih mereka begitu?Mereka ini miskin pisan gitu sampai segitunya? memakai baju lusuh setiap hari seperti tidak pernah nemu air? padahal banyak wc umum gratis dan rinso sachetan murah. Mungkin ya ini mah mungkin sedikit pemikiran saya kenapa mereka mengemis, atau berpura-pura menjadi pengemis. Begini nih:

Kalo alasan dari dalam diri mereka sih jelas karena sudah lunturnya nilai-nilai agama. Ini yang penting, dasar banget soalnya. Mereka, para pengemis itu (jika mereka muslim) harusnya tahu Kisah Rasululloh bertemu dengan pemuda pengemis. Rasululloh menyarankan untuk melelang barangnya (tempat minum) kemudian didapat uang dua dirham, satu dirham untuk keluarganya dan sisanya untuk modal membeli  kapak sehingga pengemis itu bisa menjadi tukang kayu. Saya yakin 1000% orang yang ngerti ilmu agama pasti tidak akan mengemis. Orang yang miskin pun bila bersifat mukhlis dan qona'ah pasti tidak akan membuang harga dirinya untuk duniawi. Alasan agama sudah jelas.

Selain nilai agama yang sudah luntur, rasa malu dan harga diri mereka sudah hilang juga. Menurut hadist orang yang tidak mempunyai malu dapat berbuat sesuka hatinya (perbuatan yang jelek tentunya). Nah, karena mengemis ini sudah dilakukan berjamaah (yang sekampung rame-rame ngemis semua), tentunya rasa malu, harga diri sudah dikesampingkan, toh ini sudah menjadi hal yang biasa. 

Kemudian alasan lainnya adalah iklan dan gaya hidup. Kaum kapitalis membuat iklan jor-joran supaya produk mereka dibeli oleh umat manusia, dampaknya, semua orang tergiur oleh iklan sehingga seakan-akan isi iklan itu adalah gaya hidup yang lumrah yang harus dijalani. Semua orang menjadi konsumtif, membeli barang yang tidak perlu. Fashion (s), gadget (s), kendaraan, wuih, bejibun deh... semua berlomba untuk beli. Naaahh, pleeeeus hari gini materi duniawi itu menjadi pusat kehidupan maka tak heran lah kalau setiap orang berusaha melakukan cara untuk mendapatkan uang.
Kalau kita menyempatkan browsing, banyak sekali informasi yang dapat dibaca mengenai pengemis ini. Mereka ternyata berasal dari daerah tertentu (Brebes, desa Grinting), berapa penghasilan mereka,  tinggal dimana selama di kota (khususnya di Bandung di Sukabungah, Sukajadi). Belum lagi informasi mengenai penelitian orang-orang pinter yang dipublikasikan membahas permasalahan ini dari sudut pandang yang lebih ilmiah. Dan cerita orang-orang iseng macem saya ini yang ngebuntutin mereka sampai malem, sehingga ketauan aktivitas dan pendapatan mereka. Jadi, setelah tahu infonya, mungkin ini akan mengurani kadar iba para ibu-ibu. Hanya saja, hanya saja yang menjadi masalah adalah mereka membawa anak-anak. Ini yang menjadi isu penting. Pemerintah jangan menutup mata.

Coba ya bila setiap orang agamanya bagus, bersifat qona'ah dan tidak berlebihan, plus orang kaya mengulurkan tangannya untuk memberi kail kepada fakir miskin mungkin yang namanya pengemis tidak akan ada.


Another silly think.



Empat Perkara (Nasihat Rasululloh kepada Abu Al Abbas Abdullah)


Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata: Suatu saat saya berada dibelakang nabi shallallahu`alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu empat perkara: Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika suatu umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering. (Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih).

Tuesday, September 25, 2012

Speaking English



Wah, dari judulnya aja serasa lagi di tempat les, he. Eits, jangan salah, taun 2012 ini mah, semua orang ngomongnya ingris, cuy. Di fb, twitter, blog, kafe, restoran, mol-mol, wah semuanya deh, mereka yang ingin merasa sok keren internasional ngomongnya pake basa ingris. Pengecualian lah buat yang ngeblog itu mah karena pengen ada pembaca internasional aja, (ngeles, hee...)

Ngomong-ngomong soal speaking english, menurut saya, kita harus menerapkan kearifan lokal dalam berbahasa asing. Weleh-weleeeh maksudnya apa ini? maksudnya gini loh, kita ngomong Inggris tapi jangan menghilangkan ke-Indonesia-an kita atau ke-Sunda-an kita atau ke-suku-an kita apapun itu. Kenapa? Ya, itu identitas, biar siapa pun yang kita ajak ngobrol tau kalau kita orang Indonesia, bukan kacang lupa kulit, gitu looh. Orang Jepang, Prancis, Jerman, Itali, Rusia pun tidak menghilangkan aksen mereka saat mereka ngomong ingris. Kaya video dibawah ini nih...



Naaah, kita nih, orang Indonesia ini nih, suka pengen dicap keingris-ingrisan justru, ini yang saya heran, ngomongnya british banget deh, kalah Jeremy Clarkson juga, ampuun deh.. atau sok-sok american gitu, kaya model-model America's Next Top Model yang lagi curhat (...yeaahhh, mai vollowers on dwidderr said... i dunno.., it's heurt mi, you know?) , deuuhh...

Yaah, ini mah..
i'm just saying sih..

Thursday, September 20, 2012

MENCEGAH PENCULIKAN BAYI (PENTING UNTUK IBU YANG AKAN MELAHIRKAN DAN SUAMINYA)


Akhir-akhir ini ada dua kejadian penculikan bayi di rumah sakit yang baru saja dilahirkan, saat membaca beritanya, sediiiih banget, teriris, miris, ris ris ris, mengingat saya juga seorang ibu, rasanya saya bisa merasakan bagaimana perasaan mereka.  Kasihan bayinya terpisah dari ibunya...

Satu kasus sudah terbongkar di kota Banjar, bayinya sudah ditemukan dan dikembalikan lagi ke orangtuanya, alhamdulillah. Sedangkan yang di kota Bekasi masih dalam pencarian, semoga segera ditemukan ya, semoga, mari kita berdoa, semoga bayinya segera kembali ke pelukan orangtuanya.

Nah, untuk kedepannya, kita sebagai ibu-ibu harus selalu waspada, khususnya ibu-ibu yang akan melahirkan di rumah sakit bersalin. Mungkin ini beberapa tips hasil pemikiran saya yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum ibu-ibu semua memilih tempat untuk melahirkan.

  1. Pilih rumah sakit yang bonafide, pelayanannya bagus, SOP-nya bagus, keamanannya siaga, para dokter dan perawatnya berdedikasi dan berstandar internasional. Pokoknya yang track recordnya bagus deh. Kita bisa membanding-bandingkan dulu sebelum memilih tempat bersalin, jadi, dua bulan atau satu bulan sebelum brojol, ibu-ibu tour dulu. Tour kemana? ya, ke rumah bersalin. Tournya bareng suami. Tanya-tanya informasi selengkap-lengkapnya, bawa buku catatan, bila perlu rekam dan poto. Tanya dengan jelas prosedurnya bila bumil mau melahirkan: perkara registrasi, ruangan bersalin, ruangan perawatan untuk ibu dan bayi, jadwal bayi ketika dibawa perawat (untuk dimandikan atau mendapatkan serangkaian tes) dan juga prosedur pulang (penandatanganan berita acara penyerahan bayi kepada orang tua). Jadi, ibu-ibu semua harus gambar tuh peta-nya rumah sakit mulai dari ruangan pra-delivery, kamar bersalin, toilet, kamar perawatan, kamar bayi, ruangan perawat, ruangan dokter, semuanya catet. Nah, setelah survey begitu, pilih mana rumah sakit yang paling bagus. Jangan sayang uang, lebih baik kita keluarkan lebih untuk mendapatkan pelayanan yang baik. Insya Allah pasti Allah SWT sudah menyiapkan rejeki.
  2. Saat melahirkan dampingi oleh keluarga besar: suami, ibu, bapak, mertua, adik, kakak, tante, ua. Semakin banyak semakin bagus, jangan pernah meninggalkan ibu dan bayi sendirian!
  3. Suami harus tahu kru yang bertugas pada saat sang istri melahirkan. Ada dokter, perawat, pembantu orang sakit (POS) yang biasanya bertugas memandikan ibu, pengantar makanan, office boy/girl yang selalu masuk ruangan untuk nyapu/ngepel dan bawa cucian kotor, semuanya beda-beda seragamnya. Yang mempunyai kewenangan membawa bayi hanya perawat, jadi waspada dengan mereka yang tidak familiar wajahnya mengenakan seragam putih. Perawat yang berjaga di rumah bersalin tidak akan banyak, tidak akan ratusan atau puluhan teuing. Kenali orang per orangnya, kenali wajah dan nama mereka, setiap shift pasti berbeda, jadi suami harus nekat untuk sok deket dengan mereka. Bila perlu suami memberikan kue-kue untuk disimpan dikantor perawat sehingga suami akan segera dengan mudah dikenali oleh mereka. Jadi, bila ada perawat gadungan, suami dapat mengenalinya, langsung digelandang ke kantor perawat. Bila ada selain perawat yang mau mengambil bayi dengan alasan ini-itu, langsung tolak. Oia, dan suami juga harus berkenalan dengan satpam tentunya.
  4. Pilih rumah sakit yang menerapkan jam besuk yang teratur (seminimal mungkin jam besuk) dan sistem satu pintu. Di RS Borromeus tempat saya melahirkan dulu menerapkan satu pintu, orang yang masuk dan keluar akan ketahuan dengan jelas, pintunya selalu tertutup dan dijaga dengan ketat oleh satpam. Bayi yang akan dibawa pulang, keluar dari pintu khusus dan berbeda. Jadi, bila ada yang membawa bayi dari pintu besuk, dapat segera ditangkap untuk diinterogasi.
  5. Pilih rumah sakit yang memiliki CCTV
  6. Suami harus mendampingi bayi setelah dilahirkan saat bayi dimandikan, dites APGAR, dan diidentifikasi. Sang ayah harus mendampingi bayi sampai bayi kembali lagi ke pelukan sang ibu. Selama ayah dan bayi tidak ada, keluarga yang lain harus mendampingi sang istri.
  7. Ibu dan bayi jangan dipisahkan, tidurnya barengan dikamar perawatan. Di kamar perawatan mereka harus selalu bersama dan didampingi oleh suami dan minimal oleh satu orang yang lain. Sehingga bila suami ada perlu, tetap ada keluarga yang mendampingi.
  8. Pada saat bayi dimandikan oleh perawat setiap pagi dan sore, kenali perawatnya, dan suami ikut serta. 
  9. Bila ibu mau ke kamar mandi, titipkan bayi kepada suami, atau titipkan kepada keluarga (anggota keluarga yang sudah berpengalaman dalam mengurus bayi, bukan anak-anak ya) dan jangan berikan bayi kepada siapa pun.
  10. Bila ada perawat yang mau mengambil bayi untuk tes ini-itu atau imunisasi, jangan serta merta memberikan bayi, suami harus mengajak perawat tersebut ke kantor perawat dan meminta klarifikasi disana.
  11. Sebagai perbekalan persalinan, bekali ibu dan bapak dengan pengetahun sebanyak-banyaknya mengenai persalinan, treatment pasca persalinan untuk bayi dan ibu, pokonya banyak baca sehingga tidak DITIPU.
  12. Jangan percaya kepada siapapun.  
  13. Akhirnya berdoa-berdoa dan berdoa, memohon kepada Allah SWT perlindungan dan keselamatan. 
Demikian ibu-ibu dan bapak-bapak, ini yang sementara bisa saya pikirkan, semoga bermanfaat. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dan anak-anak kita ya, mendekatkan mereka kepada kita selaku orang tuanya.  

Dan, mereka -para penculik dan para sindikatnya- itu segera tersadar untuk bertaubat.


Aamiin.